Bosan Berkualitas ala Paula Scher, si ‘Rock Star’ Design Grafis

Momentum Creative Branding Agency

Written by Momentum Creative

“The goal of design is to raise the expectation of what design can be.”

-Paula Scher-

Nama Paula Scher di dunia design grafis sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata. Bagaimana tidak, setelah lebih dari 40 tahun menekuni bidang ini, begitu banyak karya yang dihasilkan dan penghargaan bergengsi yang sudah diterimanya. Scher dianggap sebagai salah satu graphic designer yang paling berpengaruh di dunia. Tidak hanya menjadi graphic designer, Scher juga merupakan seorang pelukis, pendidik, dan ketua wanita pertama di Pentagram. Hebat banget ya?

 

Soal hasil karya Scher, tentu tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak proyek yang pernah ditangani olehnya, mulai mengembangkan sistem branding dan identitas, materi promosi, environmental graphics, pengemasan dan design publikasi. Ada 2 karyanya yang sampai sekarang sering kali digunakan sebagai bahan studi untuk mempelajari mengenai branding, yaitu Citibank dan Tiffany & Co.

 

Paula Scher’s Logo Designs

 

Masih ada banyak lagi project-project kenamaan lainnya yang pernah ia kerjakan seperti Bloomberg, Microsoft, Bausch + Lomb, Coca-Cola, Shake Shack, Perry Ellis, the Museum of Modern Art, the Sundance Institute, the High Line, Jazz at Lincoln Center, the Metropolitan Opera, the New York City Ballet, the New York Philharmonic, the New Jersey Performing Arts Center, the New 42nd Street, the New York Botanical Garden, the United States Holocaust Memorial Museum, the Philadelphia Museum of Art, the Robin Hood foundation, the New York City Department of Parks and Recreation.

 

 

Kamu mau jadi graphic designer super bertalenta seperti Paula Scher? Yuk ikuti kisahnya dan cari tahu bagaimana dia bisa mendapatkan ide-ide briliannya.

 

Bagaimana mulanya saat Anda mulai tertarik dengan design? 

 

Paula: Saya pindah ke New York pada tahun 1970 untuk desain. Saya berasal dari Washington DC dan bersekolah di Philadelphia kemudian pindah ke New York saat usia saya masih 20-an awal untuk menjadi designer. Saya dulu adalah seorang art director untuk cover record selama sepuluh tahun dan mulai bisnis saya sendiri selama tujuh tahun. Pada tahun 1991, saya bergabung dengan Pentagram.

 

Apa yang pertama kali Anda design? 

 

Paula: Waktu kecil, saya tidak mengetahui apa itu desain. Saya ingin menjadi seorang seniman. Saya menggambar dan melukis banyak hal, dan mendesign poster untuk sekolah (SMA), untuk proms, dan lainnya. Sayangnya, saya tidak punya copy untuk karya-karya saya waktu itu. Saya bisa terkenal selama masa sekolah, mungkin itulah pencapaian terbaik saya pada masa itu. Karya pertama yang benar-benar saya design sepenuhnya adalah sebuah buku anak-anak yang saya tulis berjudul “The Brownstone”. Buku ini sampai dicetak ulang oleh Princeton Architectural Press, diilustrasikan oleh Stan Mack.

 

The Brownstone

 

Apa tantangan terbesar Anda sebagai seorang designer? 

 

Paula: Tak perlu ditanyakan lagi. Saya sudah mendesain selama lebih dari 40 tahun, mungkin pertanyaannya adalah bagaimana bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang baru? Bagaimana bisa saya tidak letih?

 

Apakah Anda punya trik untuk lebih produktif? 

 

Paula: Saya punya trik dan lucunya, saya tidak mengetahui hal itu sampai mendengar hal ini dalam sebuah program radio. NPR (National Public Radio) melakukan wawancara tentang kebosanan dengan beberapa ahli. Iphones dan media digital lainnya bisa menghilangkan rasa bosan karena penggunanya bisa menyibukkan diri mereka dengan melihat email atau bermain games. Faktanya adalah kegiatan-kegiatan itu memakan waktu yang bisa digunakan untuk berkreasi. Saya menyadari ketika saya sedang berada di dalam taxi di tengah kemacetan, atau perjalanan menuju ke bandara, atau menunggu untuk naik ke pesawat, atau terjebak dalam situasi yang membosankan, di saat itulah saya mendapatkan ide terbaik, karena di waktu itu tidak ada yang mengganggu pikiran saya. Saya baru menyadari betapa pentingnya waktu ‘kebosanan’ itu untuk saya ketika mendengarkan program radio tersebut. Saya harus berhenti membaca email atau menjauhi apapun yang berhubungan dengan internet untuk bisa berkreasi.

 

Ketika saya sedang sendiri, saya berusaha untuk diam dan fokus, karena itulah waktu di mana saya bisa melihat pekerjaan saya secara keseluruhan. Saya merupakan seseorang yang tidak teratur. Saya tidak pernah menyelesaikan buku sketsa. Saya mensketsa sesuatu di kertas yang lusuh kemudian langsung memberikannya ke tim saya, tidak seperti Michael Bierut (rekan di Pentagram) yang mempunyai semua sketsa yang pernah dibuatnya. Ide bisa muncul ketika saya dalam kondisi yang super fokus. Saya akan menggabungkan semua pemikiran yang dihasilkan ketika sedang bosan dan memaksimalkan ide-ide tersebut. Sepertinya itu metode saya selama ini.

 

Paula Scher's work (Momentum)

 

Punya contoh design yang terpikirkan, misalnya ketika Anda dalam taxi? Bagaimana proses pemikiran Anda sebenarnya?

 

Paula: Oh, menurut saya setiap pekerjaan yang pernah diselesaikan, idenya ditemukan saat berada dalam taxi. Sungguh.

 

Pikiran manusia seperti sebuah mesin judi raksasa. Satu sisi dari otak kamu diisi dengan semua pengalaman dalam hidupmu: setiap pengaruh, semua yang menginspirasi, semua yang membuatmu marah, semua yang pernah kamu pikirkan, semua bergulir dalamnya. Anggap itu sebagai fodder. Sisi otakmu yang lain adalah tempat di mana kamu bisa memasukkan sebuah penjelasan spesifik yang mengandung semua keterbatasan dan keharusan dalam situasi tertentu. Semua hal itu bergulir terus seperti sebuah mesin judi. Kamu mau penjelasan-penjelasan itu mengantri seperti urutan fodder yang sempurna, kemudian menarik fodder untuk membuat analogi dan poin-poin. Mungkin itu hanya untuk bergaya belaka, atau mungkin mengarah pada suatu referensi tertentu dan jika digabungkan bisa menyelesaikan sebuah masalah. Sekarang, bagaimana cara mesin itu bekerja? Bagaimana kamu tahu bahwa ini akan bekerja? Kamu tidak akan tahu. Itulah mengapa ada pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaan lainnya. Saya ingat di tahun 80-an seorang direktur mengatakan pekerjaan yang saya kerjakan untuk dia, hasilnya tidak sebagus biasanya. Saya menjawab, “Ada beberapa hari di mana saya tidak seberbakat hari lainnya”.

 

Apa benda terfavorit Anda?

 

Paula: Anjing saya! Dia jenis Australian shepherd, anjing ke-empat. Semua nama mereka diawali dengan huruf M – Matty, Mickey, Molly, dan Mimi.

 

Benda mati favorit saya: Saya punya Le Corbusier chaise lounge yang sudah 35 tahun. Saya sudah mempunyai berbagai jenis furnitur untuk dikombinasikan dengan itu dan saya tidak bisa membuangnya. Saya sangat suka.

 

Queens Metropolitan Campus by Paula Scher

 

Pekerjaan terburuk apa yang pernah Anda kerjakan, dan pelajaran apa yang bisa diambil?

 

Paula: Pekerjaan terburuk saya bukan cuma satu, tapi banyak. Semuanya seperti yang terburuk pada masanya. Hasil pekerjaan yang buruk seperti memiliki pola yang sama, ketika saya sejak awal memang tidak tertarik untuk mendesignnya. Biasanya, sesuatu yang saya anggap tidak terlalu bernilai di masa itu. Seperti laporan tahunan atau brosur perumahan. Dulu tidak ada yang peduli dengan laporan tahunan. Tidak ada nilai sejarah di dalamnya. Untuk sebuah brosur perumahan juga sama. Bayangkan kamu sedang mencari sebuah apartemen dan sekali kamu sudah dapat, brosur itu hanyalah sebuah benda yang tidak ada gunanya lagi.

 

Proyek-proyek ini biasanya dipromosikan dengan buruk karena banyak kekacauan dari segi politik maupun finansial, barang-barang yang dibutuhkan secara cepat dan kontribusi yang intensif, permintaan dari klien yang yang banyak maunya. Saat pertama kali bertemu, banyak klien sudah bertingkah menyebalkan. Besar kemungkinan kalau hal itu akan terus berlangsung seiring berjalannya proyek tersebut, atau mungkin lebih menyebalkan dari sebelumnya. Kamu biasanya mengambil proyek ini karena kamu tidak berpikir akan menjadi seburuk ini, mungkin kamu akan mengerjakan dengan baik dan mendapatkan uang. Tapi sebanyak apapun uang yang berhasil dibuat, ini tidak akan cukup, karena tidak sebanding dengan rasa sakit dan tidak puas akan hasil pekerjaan itu.

 

Jika Anda bukan seorang designer, Anda akan jadi apa dan mengapa?

 

Paula: Saya tidak berpikir akan jadi yang lain. Saya tidak tahu bagaimana melakukan hal lain. Saya akan sepenuhnya jadi pengangguran.

Yang saya lakukan adalah membuat sesuatu. Saya melukis, saya mengajar, saya menulis, saya membuat lukisan peta yang besar. Tapi saya tidak bisa menjadi pelukis seutuhnya karena itu terlalu sunyi untuk saya. Saya lebih supel dibandingkan itu.

 

Saya selalu terkejut saat bertemu dengan anak muda yang tidak tahu apa yang mereka ingin lakukan. Saya tidak pernah mengalami masalah itu. Saya tidak tahu apa itu desain grafis ketika saya masuk kuliah dan ketika tahu bahwa itu ada, saya menyukainya begitu saja. Tapi memang saya selalu ingin menjadi seorang seniman ataupun sejenisnya.

 

Apa tantangan terbesar di dunia yang bisa diselesaikan dengan design? 

 

Paula: Ada begitu banyak hal yang berhubungan dengan design. Sebenarnya semuanya, kalau Anda memikirkannya. Saya pernah terlibat dalam sebuah komisi rambu sarana umum publik di New York dan semua hal dari yang terkecil seperti batu pinggiran jalan untuk melindungi masyarakat sekitar, bangunan-bangunan serta taman melibatkan desain. Untuk saya, itu spektakuler. Jadi tinggal bagaimana bisa mendapat metode terbaik dalam desain untuk bisa diterapkan ke masing-masing masalah.

 

Sumber: co.design, pentagram.com, 6sqft.com, itsnicethat.com

 

Share This Article:

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn

Our Latest Thoughts

Branding Agency Jakarta

Apa Itu Branding?

Sebenarnya apa sih branding? Hubungannya apa dengan usaha yang sedang kalian jalani? Lalu, haruskah melakukan branding pada usaha kalian? Yuk cari tahu jawabannya, People!

Read More »

Ready to Kickstart Your Business?

Fill the form and our team will contact you within 1×24 hours.

Or you can call/Whatsapp us at

+6281-2300-97323 

for faster response

About Momentum Creative

PT Momentum Kreasi Indonesia adalah agensi branding, design, dan digital marketing berlokasi di Jakarta, Indonesia. Ragam servis yang kami tawarkan adalah corporate identity branding, design/penulisan annual/sustainability report, pembuatan marketing kit (company profile/brosur), hingga pembuatan kalender/agenda/greeting cards.

Our Office

  • Mediterania Garden K/23KG, Jl. Tanjung Duren Raya Kav. 5-9, Jakarta Barat 11470
  • (6221)2933-7142
  • (6281)2300-97-323
  • [email protected]

© PT Momentum Kreasi Indonesia 2018